Sate-Bandeng-Cilegon-1140px-x-740px.jpg

26/10/2020 0

Bepergian ke Cilegon, Banten, tidak akan lengkap kalau belum menikmati kuliner lokal legendaris bernama sate bandeng. Makanan ini sudah ada sejak era Kesultanan Banten ratusan tahun silam sampai sekarang.

Makanan ini bisa bertahan karena kenikmatannya. Tidak heran kalau banyak wisatawan dari luar daerah berburu olahan bandeng untuk disantap atau dijadikan oleh-oleh untuk sanak saudara.

Baca juga: Ayam Bekakak: Kuliner Lezat yang Sarat akan Budaya

Sejarah Singkat Sate Ikan Bandeng


Ikan bandeng dikenal memiliki daging yang nikmat dan mudah sekali didapatkan oleh nelayan di kawasan pantai Banten. Sultan yang memerintah Banten kala itu juga menyukainya. Sayangnya, ikan bandeng memiliki duri halus yang sangat banyak dan kerap menyatu dengan daging ikan berwarna putih.

Akhirnya pada abad ke-16, juru masak kerajaan memutar otak untuk membuat ikan bandeng yang penuh duri ini bisa dimakan. Akhirnya, dia memiliki ide untuk menghancurkan daging dan durinya agar bisa dimakan dengan mudah. Tulang di bagian tengah juga diambil agar tidak membahayakan.

Setelah beberapa kali melakukan uji coba, juru masak berhasil membuat makanan yang sempurna dari ikan bandeng. Dari luar, terlihat masih mirip dengan bandeng pada umumnya lengkap dengan kulit dan kepala. Namun, saat dimakan, dagingnya jadi lembut dan tidak perlu khawatir dengan tulang.

Berawal dari dapur kerajaan itulah, resep akhirnya menyebar sampai ke kalangan rakyat. Akhirnya, sate ikan bandeng terus dibuat dari generasi ke generasi sampai sekarang dan jadi oleh-oleh.

Cara Mengolah Sate Ikan Bandeng

Sebenarnya, membuat sate bandeng sangat mudah. Bahannya hanya bandeng segar ukuran sedang sampai besar dan beberapa rempah lokal. Sebelum memasaknya, pukul-pukul daging bandeng hingga tulang di bagian tengah bisa dikeluarkan. Selanjutnya, kerok daging tanpa merusak kepala dan kulitnya.

Giling daging yang dikerok sampai hancur dan campur dengan beberapa bumbu, seperti ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, garam, dan kelapa muda parut. Jangan lupa masukkan santan kental lalu aduk sampai rata.

Setelah semua bahan tercampur, masukkan adonan lagi ke kulit dari ikan yang tetap dibiarkan utuh. Setelah penuh, jepit ikan dengan bambu lalu kukus agar dagingnya matang. Setelah matang baru, Anda bisa membakarnya sebentar lalu membalurnya dengan sisa adonan dan membakarnya lagi. Sampai di sini, bandeng siap disantap dengan sambal. 

Tips Memilih Sate Ikan Bandeng yang Baik

Kalau Anda ingin berburu sate ikan bandeng yang nikmat dan bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh, lakukan beberapa tips di bawah ini.

  • Usahakan untuk beli langsung ke produsennya, jadi Anda tahu mana ikan yang masih segar dan baru diolah atau yang sudah dalam kemasan wrap.
  • Kalau terpaksa beli di luar, usahakan yang tidak dipajang di luar, tetapi sudah dikemas dalam wadah untuk menghindari kotor.
  • Cek tanggal kedaluwarsanya, biasanya tidak ada pengawet yang digunakan, jadi pilih yang baru dibuat 1-2 hari.
  • Tes rasa terlebih dahulu baru beli dalam jumlah banyak.

Sate bandeng tidak hanya produk olahan ikan yang menjadi komoditas unggulan bagi masyarakat di kawasan Cilegon, Banten saja. Makanan ini juga menjadi bukti sejarah dan peninggalan zaman kesultanan yang tetap dilestarikan sampai sekarang.

Apabila Anda berada di kawasan Banten dan sekitarnya, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh ini ke beberapa gerai atau pabrik skala UMKM. Biasanya, ikan bandeng diolah dalam kondisi segar sehingga rasa yang diberikan sangatlah lezat.