7 Wisata Taman Nasional Ujung Kulon yang Jarang Diketahui

10/11/2020 0
Wisata-Taman-Nasional-Ujung-Kulon-1140px-x-740px.jpg

Sebelum mengulik keindahan Ujung kulon, ada baiknya kita sedikit menengok fakta sejarah ke belakang. Kawasan Ujung Kulon justru ditemukan pertama kali pada tahun 1846 oleh F. Junghuhn, seorang ahli Botani dari Jerman. Di masa itu, Ujung Kulon memang banyak dikunjungi oleh para peneliti sebagai wilayah yang memiliki kekayaan flora dan fauna.

Selain itu, tak banyak kejadian lain yang bisa dicatat selain meletusnya Gunung Krakatau di tahun 1883. Letusan tersebut menyebabkan gelombang tsunami setinggi 15 meter dan membuat permukiman penduduk setempat porak poranda. Namun, vegetasi dan satwa-satwa liar setempat masih tersisa dan berkembang kembali meski kawasan ini telah disapu bersih oleh letusan Gunung Krakatau.

Nah, jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut seputar wisata apa yang menarik di Ujung Kulon ini, simak artikel ini selengkapnya.

Baca juga: Pantai Anyer, Destinasi Wisata Kaya Pesona di Pesisir Banten

1. Krakatau 


Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Natural World Heritage Site pada tahun 1992. Surat Keputusan yang diterbitkan bernomor SC/Eco/5867.2.409 tertanggal 1 Februari 1992.

  • Seperti kita ketahui, seluruh bagian Pulau Jawa diperuntukkan menjadi kota dan pertanian, baik kota besar maupun  kecil. Namun, tidak demikian yang terjadi dengan wilayah ini. Alasannya adalah adanya Gunung Krakatau yang masih aktif dan peristiwa letusan Krakatau di tahun 1883 yang telah meluluhlantakkan bumi Jawa Barat ini.
  • Oleh karenanya, area ini tidak dihuni kembali lalu berkembang menjadi hutan dan rainforest. Sekarang, di area ini terdapat suaka satwa liar, tetapi yang lebih menarik adalah Krakatau itu sendiri. Krakatau yang telah menjadi situs warisan dunia ini telah menorehkan peristiwa yang bersejarah.
  • Ledakan yang terjadi begitu luar biasa, 16 ribu kali lebih hebat dibandingkan ledakan di Hiroshima. Suara ledakannya bahkan terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya sampai Australia dan Mauritius, Afrika.
  • Gumpalan awan abu yang dikeluarkan bahkan menyebabkan iklim global selama beberapa tahun yang menjadi masalah besar.
  • Terdapat sekelompok kecil pulau-pulau di Selat Sunda yang merupakan sisa dari Gunung Krakatau. Pusatnya berada di pulau vulkanik yang disebut dengan Anak Krakatau. 
  • Pada 1927, pulau ini muncul di permukaan air dan secara perlahan semakin meninggi hingga mencapai 350 meter di atas permukaan laut,  sebelum meletus di bulan Desember 2018.
  • Letusan itu menyebabkan tsunami dan membunuh lebih dari 400 orang serta melukai ribuan orang lainnya. Pasca meletus, tinggi Anak Krakatau hanya sekitar 100 meter dan tidak ada lagi tanaman di pulau itu hingga tinggal kumpulan abu.

2. Gunung Honje


Gunung Honje adalah salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon dengan luas wilayah sekitar 19.500 Ha. 

  • Di sekitar Gunung Honje, terdapat 19 desa penyangga yang mengelilinginya. Jika berkunjung ke wilayah ini, Anda bisa masuk melalui pintu gerbang Desa Tamanjaya sebagai pintu masuk Taman Nasional Ujung Kulon.
  • Beberapa objek wisata yang bisa Anda kunjungi seputar desa ini adalah Curug Cipaniis, Desa Nelayan Cibanua, sumber air panas Cibiuk, dan satwa liar owa jawa di Curug Cikacang. 
  • Bagi pengunjung yang ingin menginap di Desa Tamanjaya, ada Penginapan Sundajaya—termasuk tersedia persewaan kapal atau perahu, pemandu wisata, serta pusat pembuatan cendera mata patung badak.

3. Pulau Pecang


Pulau Peucang menjadi lokasi teramai karena banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.  

  • Pulau seluas sekitar 450 hektare ini telah memiliki sarana dan prasarana bagi wisatawan seperti penginapan, dermaga, dan pusat informasi. Pulau Peucang juga memiliki pasir putih yang terhampar luas.
  • Jika Anda berkunjung ke Pulau Pecang, terdapat beberapa aktivitas menarik yang bisa dilakukan seperti snorkeling, treking ke Karang Copong, atau sekadar berenang. Bila menggemari satwa liar, Anda bisa menyaksikan atraksi satwa seperti merak, banteng, babi hutan, dan rusa di Padang Penggembalaan Cidaon. 
  • Lokasi Padang Penggembalaan Cidaon bisa ditempuh dalam waktu 15 menit naik perahu kecil yang muat enam orang.  Di kawasan ini, terdapat situs peninggalan Belanda, yaitu menara mercusuar serta bekas dermaga di Tanjung Layar dan Cibom.

4. Pulau Panaitan


Pulau Panaitan merupakan pulau di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang paling barat dan dipisahkan oleh selat sempit. Pulau Panaitan seluas 17.000 hektare ini juga berpotensi sebagai destinasi wisata yang menarik.

  • Anda bisa menyaksikan perbukitan hutan yang masih alami di Pulau Panaitan terdiri dari vegetasi hutan mangrove, hutan hujan dataran rendah, dan hutan pantai. 
  • Pengunjung pun sering melihat beragam satwa liar di pulau ini seperti berbagai jenis burung, kancil, rusa, babi hutan, buaya, kera ekor panjang, kadal, serta ular phyton.
  • Penggemar wisata sejarah dapat menyaksikan Arca Ganesha dan benda-benda peninggalan bersejarah lain yang penuh muatan historis di Puncak Gunung Raksa. 
  • Tidak hanya itu,  pengunjung pulau ini bisa menikmati area pantai berbatu dengan pasir putih yang dipenuhi oleh terumbu karang indah,  berenang, snorkeling, serta berselancar.

5. Pulau Handeulem


Pulau ini berada di gugusan pulau kecil tepatnya di ujung timur laut Pantai Semenanjung Ujung Kulon.  

  • Di pulau seluas 220 hektare dan dikelilingi hutan mangrove ini banyak dihuni  satwa liar seperti rusa dan ular phyton. 
  • Pengunjung pun bisa melakukan penjelajahan selama 2 hari di Padang Penggembalaan Cigenter serta Cikabeumbeum. Penjelajahan ini cukup menarik karena menyusuri sungai menggunakan perahu atau kano.

6. Semenanjung Ujung Kulon


Bagi Anda pencinta satwa liar yang endemik maupun dilindungi, Taman Nasional Ujung Kulon menawarkan berbagai jenis satwa liar. 

  • Aneka satwa endemik dan langka adalah badak jawa (Rhinoceros sondaicus), surili, owa jawa, dan anjing hutan. Semenanjung Ujung Kulon menjadi habitat terpenting badak jawa yang saat ini jumlahnya tinggal 50-60 ekor saja.
  • Di Taman Nasional ini, terdapat 30 jenis mamalia antara lain banteng, badak, rusa, kancil, kijang, dan babi hutan, serta predator anjing hutan, macan tutul, luwak, macan dahan, dan kucing hutan.
  • Ada juga mamalia kecil seperti landak, walang kopo, bajing tanah, kalong, tando, berang-berang, trenggiling, tikus, dan jelarang. 

7. Sumber Air Panas Cibiuk


Bagi yang menyukai mandi air hangat, Anda bisa berkunjung ke sumber air panas Cibiuk yang berjarak 2 km dari Desa Tamanjaya. Sumber air panas ini banyak disambangi wisatawan untuk mandi air panas guna menyembuhkan bermacam penyakit kulit.

8. Pantai Selatan


Kawasan Pantai Selatan dari Cegog hingga Cibunar meliputi sepanjang pantai selatan di Semenanjung Ujung Kulon.

  • Pantai Selatan ini cocok bagi pengunjung yang hobi treking selama 8 jam perjalanan dengan tantangan medan yang bervariasi.  Anda akan disuguhi berbagai pemandangan nan menawan dari pantai selatan. 
  • Perjalanan akan diakhiri dengan menginap di Perkampungan Cegog yang berbatasan dengan Pantai Selatan.

Nah, itulah penjelasan lengkap kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang masih jarang diketahui oleh para wisatawan. Jadi, kapan Anda berwisata mengunjungi kawasan yang masih alami sambil berperahu menyaksikan satwa liar? Tentunya menjadi liburan menarik yang tak akan pernah terlupakan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *