Ini Peran Krakatau Steel bagi Perkembangan Kota Cilegon

03/12/2020 0
Ini-Peran-Krakatau-Steel-bagi-Perkembangan-Kota-Cilegon.png

PT Krakatau Steel adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di bidang produksi baja yang berlokasi di Kota Cilegon, Banten. Pabrik ini awalnya telah direncanakan di masa Presiden Soekarno pada tahun 1960. Namun, akibat adanya pergolakan politik dan ekonomi yang terjadi, akhirnya perseroan terbatas tersebut baru diresmikan pada tanggal 31 Agustus 1970.

Sejak berdiri, Krakatau Steel telah membantu pembangunan kawasan operasi terpadu produksi baja di Kota Cilegon yang meliputi pusat pengolahan air terpadu, PLTU Cilegon 400 MW, Pelabuhan Cigading, dan pabrik baja terpadu.

Nah, jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Krakatau Steel dan perannya bagi pembangunan dan perkembangan Kota Cilegon, simak artikel ini selengkapnya.

1. Sejarah PT. Krakatau Steel


Sejarah PT Krakatau Steel sudah dimulai jauh sebelumnya di masa kolonial Belanda.

  • Awal mula pengolahan bijih besi dimulai sejak tahun 1861. Saat itu di wilayah Lampung telah berdiri sebuah sebagai tempat pengolahan hasil tambang bijih besi yang memakai bahan bakar batu bara. 
  • Industri pengolahan kecil ini dapat memproduksi baja kasar sebagai suku cadang pabrik karet, gula, serta alat pertanian. Meski pada akhirnya, tempat ini harus ditutup karena kerja manajemen yang kurang profesional.
  • Lalu di masa penjajahan Jepang, ada pembangunan tanur yang memakai bahan bakar batu bara di Kalimantan Selatan. Industri baja ini pun terhenti akibat terjadinya perang dan revolusi saat itu.
  • Industri baja nasional selanjutnya baru muncul kembali pada tahun 1956. Pasalnya, Indonesia saat itu sedang giat-giatnya melakukan pembangunan sehingga membutuhkan industri pengolahan bijih besi. 
  • Saat itu, telah tersusun cetak biru industri baja nasional oleh Menteri Perindustrian dan Pertambangan, Chaerul Saleh bersama Bappenas atau Biro Perancang Negara. Selanjutnya, industri baja ini bekerja sama dengan konsultan asing dalam proyek Besi Baja Trikora.
  • Alasan terpilihnya Cilegon menjadi lokasi pengolahan bijih besi sekaligus tempat produksi hasil olahan tersebut karena kota ini memiliki lahan luas dan sumber air melimpah. Selain itu, akses lokasi juga mudah dari luar pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak.
  • Akhirnya pada tahun 1960, muncul kerja sama pembangunan dengan Uni Soviet yang kemudian tersendat karena peristiwa G30S/PKI.
  • Lima tahun berselang, PP Peraturan Pemerintah RI no. 35, tertanggal 31 Agustus 1970 menetapkan pendirian PT Krakatau Steel.
  • Semenjak itu, di tahun 1977 berdirilah unit-unit pabrik berikut sarana pendukungnya, seperti pabrik besi beton, pabrik besi profil, dan Pelabuhan Cigading. Selanjutnya, tahun 1979, ada pembangunan unit pabrik besi spons, billet baja, batang kawat, PLTU 400 MW, pusat pengolahan air, serta PT KHI pipe. 
  • Pada tahun 1983—1993, mereka membangun pabrik baja lembaran panas, pabrik slab baja, dan pabrik besi spons. 

2. Perkembangan Usaha PT Krakatau Steel


  • Dalam perkembangannya, PT Krakatau Steel mengalami kemajuan dengan  menjadi perusahaan terbuka sehingga sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia dan melakukan IPO pada tanggal 10 November 2010. 
  • Di tahun 2011, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  memiliki pendapatan bersih mencapai Rp17,9 triliun dengan laba bersih Rp1,02 triliun.
  • Saat itu, aset perseroan dan anak perusahaan mencapai Rp21,5 triliun dengan jumlah karyawan mencapai 8.023 orang.
  • Tahun  2014, pabrik pipa baja kedua di Cilegon pun diresmikan  PT KHI Pipe Industry yang merupakan anak perusahaan Krakatau Steel di Cilegon. PT KHI pun  digadang menjadi penghasil pipa baja terbesar di tanah air yang fokus pada produksi pipa baja bagi sektor industri migas.

3. Mengenal Industri Krakatau Steel 


Saat ini, PT Krakatau Steel menjadi perusahaan baja terpadu terbesar di Indonesia meliputi Pipe and Coating Industries, Industrial water, Information Technology, Bars & Sections, Engineering and Construction, Health Care, Industrial Estates, Port and Services, serta Energy Solution.

  • Kapasitas pengerolan baja mencapai 2.750.000 juta ton per tahun, yang didukung infrastruktur lengkap, yaitu pelabuhan, pembangkit listrik dan pengolahan air industri.
  • Fasilitas Iron making adalah pabrik besi spons dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun. 
  • Fasilitas Steel making terdiri dari pabrik slap baja berkapasitas 1,8 juta ton per tahun. Sementara itu, pabrik billet baja berkapasitas  650 ribu ton per tahun. 
  • Fasilitas Rolling making terdiri dari pabrik baja lembaran panas  berkapasitas 2 juta ton per tahun dan lembaran dingin berkapasitas 850 ribu ton per tahun. Sementara itu, pabrik batang kawat berkapasitas 450 ribu ton per tahun.

4. Manfaat Produk dan Pengembangan PT Krakatau Steel


  • Krakatau Steel menjadi pemimpin pasar di Indonesia memegang 65% untuk HRC dan 33% untuk CRC. Selain pasar domestik, PT Krakatau Steel juga mengekspor  produknya ke luar negeri seperti ke Eropa barat, negara Asean, dan Jepang.
  • Produk  PT Krakatau Steel pun menjadi elemen penting bagi pembangunan infrastruktur di tanah air yang meliputi gedung, jalan tol, jembatan, jaringan pipa distribusi, otomotif (kereta, mobil, kapal), peralatan rumah tangga dan kantor.
  • Perusahaan berusaha meningkatkan efisiensi dengan membangun pabrik besi di Kalimantan Selatan dan melakukan ekspansi blast furnase, revitalisasi fasilitas produksi, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan baja menjadi 4,5 juta ton per tahun.
  • PT Krakatau Steel pun melakukan pengembangan melalui joint venture dengan perusahaan baja terkemuka dunia. Selain itu, juga mengembangkan fasilitas infrastruktur melalui  PT Krakatau Bandar Samudera dengan kapasitas bongkar muat hingga 10 juta ton per tahun. Tujuannya agar dapat meningkatkan kapasitas PT Krakatau Steel menjadi 28 juta ton  per tahun.
  • PT Krakatau Daya Listrik, pembangkit listrik tenaga uap dengan kapasitas 400 ribu MW menjadi pemasok utama PT Krakatau Steel dan industri lain di lingkungan Krakatau Industrial Estate.
  • PT Krakatau Tirta Industri pun menyediakan kebutuhan air bersih untuk  PT Krakatau Steel sebanyak 2000 liter/detik. Saat ini, PT Krakatau Tirta Industri sedang mengembangkan pasokan air untuk kawasan industri dan masyarakat sekitar.
  • PT Krakatau Engineering awalnya didirikan untuk tujuan  mengembangkan proyek PT Krakatau Steel. Namun, saat ini telah menjadi anak perusahaan yang bergerak di bidang EPC dan banyak mengerjakan proyek dalam skala nasional.
  • Terakhir, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon dengan luas lahan lebih dari 600 hektar hadir dan didukung oleh infrastruktur yang lengkap dengan akses jalan yang mudah.

5. Kiprah PT Krakatau Steel bagi Kota Cilegon dan Masyarakat Sekitar


Dengan makin berkembangnya fasilitas dan teknologi di PT Krakatau Steel, SDM pun dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan dengan melakukan training dan pelatihan pada seluruh karyawan.

Good Corporate Government merupakan komitmen para karyawan dan manajemen dalam  mengemban amanat pemegang saham dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan demikian, pertumbuhan perusahaan dapat terus terjaga.

  • PT Krakatau Steel memiliki komitmen untuk berperan dalam aspek lingkungan hidup melalui program Go Green yang dilakukan secara intensif di lingkungan pabrik dan area sekitar.
  • PT Krakatau Steel pun memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) terkait bebagai elemen kehidupan masyarakat sekitar dan Kota Cilegon umumnya.
  • Kiprah ini sejalan dengan visi PT Krakatau Steel yang menjadi perusahaan terkemuka di dunia yang tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.
  • Misi PT Krakatau Steel sendiri menghasilkan baja dan jasa terkait, bagi kemakmuran bangsa dengan mengusung moto “Lot of partnership for sustanaible grow.” Dengan fasilitas, SDM,dan kinerja PT Krakatau Steel sejauh ini tentunya perusahaan ini akan mampu mencapai tujuan.

Nah, itulah pembahasan seputar sejarah, profil, dan kiprah PT Krakatau Steel bagi Kota Cilegon dan nasional dari awal berdirinya hingga saat ini. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Serba-Serbi Cilegon United, Klub Kebanggaan Warga Cilegon


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *