Istana-Pasir-Cilegon-1140px-x-740px.jpg

18/12/2020 0

Warga Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, dikejutkan dengan kehadiran Istana Pasir Cilegon yang Indah seperti di Negeri Dongeng. Pasalnya, area ini dahulu adalah lokasi penambangan pasir yang disulap menjadi sebuah bangunan istana dari pasir nan cantik.

Lokasi istana yang disebut dengan Taman Cadas ini berada di perbatasan Serang–Cilegon dan merupakan gundukan  tanah bekas galian setinggi 50 meter.  Awalnya, sang pemilik lahan membangun istana ini tanpa rencana dan mengalir begitu saja. Untuk mengetahui seluk beluk kemunculan Istana dari Pasir di Cilegon ini, yuk kita simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Menguak Pesona Alam Bukit Teletubbies di Suralaya, Cilegon

Destinasi Wisata Teranyar di Kota Cilegon


Objek wisata teranyar  di Kota Cilegon, Banten, berwujud bangunan istana kokoh ini berlokasi di lahan bekas hasil tambang dan galian pasir. Mengusung arsitektur khas istana, bisa dibilang, pemilik lahan Bachtera Surya membangun istana ini tanpa konsep. 

Awalnya dia tidak terlalu memperhatikan jika gundukan tanah bekas galian tersebut mirip istana. Setelah menyadarinya, ia pun memutuskan untuk membangunnya menjadi lebih terkonsep hingga menjadi tempat wisata bagi warga Cilegon dan sekitarnya.

Tidak hanya bangunan pasir, sejumlah fasilitas rekreasi lain juga dikembangkan di lokasi tersebut, antara lain taman buah, taman burung, taman bunga, dan kolam renang. Tiga bukit khusus wahana permainan pun ikut dibangun di sana, termasuk flying fox, bukit perkemahan, dan ruang untuk family gathering

Tidak hanya bermain, pengunjung juga bisa menikmati wisata kuliner yang tersedia di area wisata Taman Cadas ini. 

Taman Pasir bak Istana Negeri Dongeng

Tempat rekreasi baru ini memiliki luas sekitar 20 hektare. Selain area istana, terdapat  taman yang dipenuhi oleh beragam tumbuhan dan relief batu. Tidak ketinggalan kubah-kubah dengan ornamen tiang-tiang mirip istana sungguhan dengan halaman yang diatur sedemikian rupa sehingga penampilannya terlihat semakin cantik.

Pembangunan Istana Dilakukan dalam Empat Tahap

Proses pembangunan Istana Pasir Cilegon dilakukan dalam empat tahap yang berbeda. Pembangunan tahap pertama dilakukan dengan mendirikan bangunan istana serupa  kuil dengan luas yang tidak main-main, yaitu sekitar 5 hektare. 

Adapun pengembangan tahap kedua difokuskan pada pembangunan waterboom atau wahana rekreasi air seluas 6 hektare.Tahap ketiga pembangunan Kawasan ini fokus pada bagian belakang wahana seluas 3 hektare, yaitu berupa taman satwa untuk beberapa spesies burung, kucing, dan kelinci. 

Di tahap keempat, pembangunan dilanjutkan pada area terluas di tempat rekreasi ini, yaitu mencapai 9 hektare. Lahan bukit seluas ini diperuntukkan bagi aktivitas Camping Ground, Family Gathering, dan Outbound.

Perizinan Istana Pasir Cilegon

Lalu, bagaimana dengan masalah perizinannya? Membuat area taman rekreasi milik perorangan seluas puluhan hektare tentu membutuhkan izin dari pemerintah setempat bukan?  

Menurut sang pemilik, urusan perizinan Kawasan wisata ini sudah tuntas diurus sehingga pembangunan bisa terealiasasi. Adapun pembiayaannya diambil dari dana pribadi tanpa bantuan investor dari luar. Untuk pembangunan tahap 1 dan 2 saja, pemilik saja sudah menghabiskan dana sekitar lebih dari 1 miliar.

Pembangunan istana Taman Cadas ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar karena mampu menyerap banyak pekerja yang sebagian besar merupakan penduduk lokal.

Apa Kata Mereka?

Keberadaan objek wisata baru Taman Cadas yang mirip istana negeri dongeng ini tentu mendapatkan beragam tanggapan dari kalangan masyarakat. Para pengunjung sangat antusias mendapati tempat rekreasi baru dengan pemandangan yang instagramable

Menurut salah satu pengunjung,  Istana Taman Cadas ini bisa menjadi spot foto yang ciamik. Pasalnya, di Cilegon jarang terdapat objek wisata alam buatan sehingga kehadiran Istana Taman Cadas ini bak hujan di musim kemarau.

Adapun bagi para pedagang kaki lima, kehadiran Istana Taman Cadas ini memberikan keuntungan secara ekonomi. Mereka bisa berpartisipasi meramaikan sambil berjualan aneka minuman dan makanan ringan bagi para pengunjung. Terlebih, untuk berjualan di area ini, mereka tidak dipungut biaya. Biasanya setiap akhir pekan lokasi ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Sementara itu, kehadiran Istana Taman Cadas juga disambut baik oleh Ketua PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Cilegon, Syarif Ridwan. Beliau berharap hadirnya tempat wisata di kawasan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi baru. Terlebih, objek wisata alam sudah semakin sedikit di area kota industri ini.

Kehadiran objek wisata ini tentu juga ikut menarik minat para pengunjung dari luar kota. Apalagi lokasinya cukup strategis, di Jalan Lingkar Selatan yang banyak dilalui oleh wisatawan saat berlibur ke Anyer.

Pihak PHRI sendiri sedang berusaha menggaet investor agar dapat menarik lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Anyer dan mampir ke Cilegon setiap akhir pekan. Dengan demikian, perekonomian penduduk lokal bisa ikut terdongkrak.

Nah, itulah sekilas ulasan seputar Istana Pasir Cilegon di kawasan industri Kota Cilegon. Kapan Anda meluangkan waktu untuk mengunjungi istana bak negeri dongeng ini?