Senjata-Tradisional-Banten-1140px-x-740px.jpg

01/03/2021 0

Golok bukan satu-satunya senjata tradisional Banten yang melegenda. Sebab jika Anda menyelami kebudayaan Banten lebih dalam, provinsi ini memiliki jenis senjata tradisional yang cukup beragam. Mulai dari golok Sulangkar hingga parang, yuk cari tahu lebih jauh tentang jenis-jenis senjata adat asal Banten—yang tersohor sebagai gudangnya pendekar sakti mandraguna!

Baca juga: 7 Tarian Tradisional Banten Beserta Penjelasan Lengkapnya

1. Senjata Tradisional Banten – Golok


Golok bukan sekadar senjata adat, tetapi juga merupakan simbol peradaban Kerajaan Banten. Bahkan bagi seorang jawara, golok bisa menjadi alat pertahanan diri dan sekaligus lambang kehormatan. Itulah mengapa, kesaktian golok Banten begitu terkenal hingga ke pelosok negeri.

Jenis-Jenis Golok Banten 

Meski bentuknya sekilas mirip, golok Banten terbagi atas dua jenis, yaitu golok Ciomas dan Sulangkar. Keduanya tentu memiliki asal-usul dan fungsi tersendiri. Karena itu, simak penjelasannya di bawah ini!

A. Golok Ciomas Banten


Golok Ciomas Banten merupakan jenis senjata bersejarah yang tersohor dengan nilai magisnya. Ya, dahulu banyak pendekar di wilayah Banten yang menjadikan golok Ciomas sebagai senjata utama untuk melawan musuh. Bahkan tidak sedikit yang percaya bahwa golok ini menyimpan kekuatan mistis layaknya keris

Karena alasan itulah, masyarakat Banten kala itu sangat percaya bahwa golok Ciomas memiliki kekuatan ampuh dalam menaklukkan musuh. 

Sejarah Menarik di Balik Golok Ciomas Banten

Keberadaan golok Ciomas sangat erat kaitannya dengan sejarah penjajahan di Indonesia. Pasalnya, golok ini sempat menjadi senjata perang para jawara Banten saat melawan penjajah. Pun seperti namanya, golok ini berasal dari sebuah daerah di Banten, Ciomas.

Ciomas merupakan salah satu pusat pembuatan golok yang terkenal di Banten. Masyarakat setempat juga biasa menyebut golok buatan pandai besi Ciomas dengan nama bedog. Akan tetapi, golok dan bedog pada dasarnya memiliki fungsi yang berbeda. Golok Ciomas berfungsi sebagai senjata pertahanan diri, sedangkan fungsi bedog lebih mengacu pada peralatan potong semata. 

Keistimewaan dari Golok Ciomas Banten

Ada aturan tidak tertulis dalam pembuatan senjata tradisional Banten yang satu ini. Para pandai besi lokal bahkan telah mengikuti aturan itu secara turun-temurun sejak zaman kerajaan Banten lho. Inilah yang kemudian membuat golok Ciomas memiliki sisi keistimewaan tersendiri. 

Jadi, pandai besi hanya bisa membuat golok ini pada bulan Mulud saja, yang menjadi momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hal ini karena mayoritas masyarakat Banten memeluk agama Islam sehingga Mulud tentunya menjadi momen yang istimewa bagi mereka. 

Tidak hanya itu. Dalam pembuatan golok ini, sang pandai besi harus melakukan ritual-ritual khusus. Apabila saat membuat golok biasa, pandai besi hanya perlu menggunakan godam dalam penempaan senjata, ini berbeda pada golok Ciomas. Penempaan golok Ciomas harus menggunakan godam khusus, yaitu Ki Denok. 

Ki Denok merupakan salah satu warisan penting dari masa kerajaan Islam Banten. Ini juga menjadi hadiah dari Sultan Banten kepada para pandai besi kala itu. Maka, karena proses pembuatan golok Ciomas begitu ketat dan perlu melewati ritual khusus, tentu tidak sembarang orang bisa memiliki senjata ini. 

B. Golok Sulangkar Banten


Sama seperti golok Ciomas, ini juga menjadi salah satu senjata andalan pendekar Banten saat melawan penjajah. Namun dahulu, para jawara selalu mengoleskan racun pada golok Sulangkar untuk meningkatkan efek mematikannya. Mereka pun mengambil racun itu dari hewan seperti ular tanah, katak budug, dan kalajengking.

Pembuatan Golok Sulangkar Banten

Golok ini terbuat dari beberapa pilihan material besi. Salah satu di antaranya adalah besi Sulangkar dan material baja dari kikir bekas. Pandai besi biasanya juga memanfaatkan material besi dari sisa-sisa peninggalan senjata kuno. Ini karena masyarakat Banten percaya bahwa material besi semacam itu memiliki nilai magis yang tersimpan di dalamnya.

Dalam proses pembuatannya, pandai besi akan membakar semua material besi untuk menyatukannya. Kemudian mereka tempa besi itu agar menjadi lempengan. Setelah itu, mereka pun membentuk lempengan itu jadi golok dengan ukuran sesuai selera. Terakhir, usai melewati proses finishing, pandai besi akan memasang gagang kayu pada golok. Namun, ada juga yang memakai tanduk kerbau sebagai gagang untuk golok Sulangkar. 

2. Senjata Tradisional Banten – Congkrang (Arit)


Jika golok memiliki salah satu fungsi sebagai senjata pelindung diri, pemakaian congkrang lebih merujuk kepada alat pertanian. Masyarakat Banten biasanya menggunakan congkrang untuk memotong rumput dan kegiatan berkebun lainnya. Pun, masyarakat setempat sering menyebut congkrang arit karena bentuknya yang mirip dengan jenis senjata itu. 

Akan tetapi, congkrang versi Banten dan Jawa Barat tidak sama bentuknya. Jika congkrang asal Banten memiliki bentuk menyerupai arit, congkrang asal Jawa Barat lebih mirip dengan cangkul.  

3. Senjata Tradisional Banten – Parang


Parang memiliki fungsi ganda, yakni bisa menjadi senjata pelindung diri dan sebagai alat untuk membangun rumah panggung. Masyarakat Banten biasanya menggunakan parang untuk membelah bambu, yang menjadi bahan dasar rumah panggung. Agar awet dan tidak cepat berkarat, kita pun perlu membersihkan parang segera setelah memakainya. Setelah itu, biarkan parang benar-benar kering dan barulah simpan itu ke dalam sarungnya. Nah, itulah deretan senjata tradisional Banten yang unik dan melegenda. Semoga bisa menjadi wawasan baru yang menarik bagi Anda!

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Pakaian Adat Banten Serta Penjelasannya